- Niat dan Hukum: Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang diawali dengan niat tulus di dalam hati, baik sebagai imam, makmum, maupun sendirian.
- Jumlah Takbir: Memiliki ciri khas takbir tambahan (zawaid) sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua.
- Urutan Ibadah: Dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah atau sendiri, diikuti dengan mendengarkan khutbah (jika berjamaah).
LANGGAMPOS.NET – Merayakan hari kemenangan 1 Syawal tidak lengkap rasanya tanpa melaksanakan ibadah Sholat Id.
Ibadah tahunan ini menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadhan.
Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ibadah di hari raya, memahami tata cara sholat Idul Fitri yang benar adalah hal utama.
Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ibadah di hari raya, memahami tata cara sholat Idul Fitri yang benar adalah hal utama.
Meskipun terlihat serupa dengan sholat lima waktu, ada beberapa perbedaan mendasar terutama pada jumlah takbir dan bacaan di sela-selanya.
Bagaimana urutan lengkapnya? Berikut adalah panduan tata cara sholat Idul Fitri lengkap mulai dari niat hingga salam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.
Langkah pertama adalah memantapkan niat. Niat dilakukan di dalam hati, namun disunnahkan untuk dilafalkan secara lisan agar lebih mantap.
Niat sebagai Makmum:
Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai Imam:
Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Setelah melakukan Takbiratul Ihram dan membaca doa Iftitah, Anda tidak langsung membaca Al-Fatihah. Inilah letak perbedaan sholat Idul Fitri.
Pada rakaat pertama, disunnahkan melakukan takbir tambahan atau takbir zawaid sebanyak 7 kali. Di sela-sela setiap takbir, umat Muslim dianjurkan membaca kalimat tasbih:
"Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar."
Selesai takbir ketujuh, imam atau Anda (jika sholat sendiri) baru memulai membaca surat Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat pendek seperti Al-A'la.
Setelah bangkit dari sujud untuk rakaat kedua, Anda kembali melakukan takbir tambahan. Namun, kali ini jumlahnya berbeda.
Pada rakaat kedua, jumlah takbir tambahan adalah sebanyak 5 kali. Sama seperti sebelumnya, bacaan tasbih tetap dilantunkan di antara jeda takbir tersebut.
Usai takbir kelima, dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Surat Al-Ghasyiyah menjadi salah satu surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada rakaat kedua ini.
Sisa gerakan sholat seperti rukuk, iktidal, sujud, hingga tahiyat akhir dilakukan sama persis dengan sholat fardu pada umumnya. Ibadah ini kemudian diakhiri dengan salam.
Jika Anda melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid atau lapangan, sangat disarankan untuk tidak terburu-buru pulang. Jamaah diimbau tetap duduk tenang untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai.
Meskipun hukum sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), melaksanakannya dengan tata cara yang benar akan menambah kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah di hari yang fitri.
Pastikan Anda datang lebih awal ke tempat pelaksanaan sholat agar mendapatkan shaf terdepan dan dapat mengikuti seluruh prosesi ibadah tanpa tertinggal. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri!
Bagaimana urutan lengkapnya? Berikut adalah panduan tata cara sholat Idul Fitri lengkap mulai dari niat hingga salam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.
Bacaan Niat Sholat Idul Fitri
Langkah pertama adalah memantapkan niat. Niat dilakukan di dalam hati, namun disunnahkan untuk dilafalkan secara lisan agar lebih mantap.
Niat sebagai Makmum:
Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai Imam:
Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak'ataini imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Panduan Rakaat Pertama: 7 Kali Takbir
Setelah melakukan Takbiratul Ihram dan membaca doa Iftitah, Anda tidak langsung membaca Al-Fatihah. Inilah letak perbedaan sholat Idul Fitri.
Pada rakaat pertama, disunnahkan melakukan takbir tambahan atau takbir zawaid sebanyak 7 kali. Di sela-sela setiap takbir, umat Muslim dianjurkan membaca kalimat tasbih:
"Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar."
Selesai takbir ketujuh, imam atau Anda (jika sholat sendiri) baru memulai membaca surat Al-Fatihah dan disunnahkan membaca surat pendek seperti Al-A'la.
Panduan Rakaat Kedua: 5 Kali Takbir
Setelah bangkit dari sujud untuk rakaat kedua, Anda kembali melakukan takbir tambahan. Namun, kali ini jumlahnya berbeda.
Pada rakaat kedua, jumlah takbir tambahan adalah sebanyak 5 kali. Sama seperti sebelumnya, bacaan tasbih tetap dilantunkan di antara jeda takbir tersebut.
Usai takbir kelima, dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Surat Al-Ghasyiyah menjadi salah satu surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada rakaat kedua ini.
Rukun Sholat dan Penutup
Sisa gerakan sholat seperti rukuk, iktidal, sujud, hingga tahiyat akhir dilakukan sama persis dengan sholat fardu pada umumnya. Ibadah ini kemudian diakhiri dengan salam.
Jika Anda melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid atau lapangan, sangat disarankan untuk tidak terburu-buru pulang. Jamaah diimbau tetap duduk tenang untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai.
Meskipun hukum sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), melaksanakannya dengan tata cara yang benar akan menambah kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah di hari yang fitri.
Pastikan Anda datang lebih awal ke tempat pelaksanaan sholat agar mendapatkan shaf terdepan dan dapat mengikuti seluruh prosesi ibadah tanpa tertinggal. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri!
(*)


