Pesona Siprus di Jantung Mediterania: Antara Gaya Hidup Siga-Siga dan Paspor Terkuat Dunia

Pesona Siprus di Jantung Mediterania: Antara Gaya Hidup Siga-Siga dan Paspor Terkuat Dunia



  • Siprus menempati posisi 10 negara terbaik untuk ditinggali dengan kualitas hidup tinggi dan keamanan yang terjamin.
  • Masyarakat setempat menerapkan filosofi "Siga-Siga" atau hidup perlahan untuk menjaga keseimbangan mental dan kesehatan.
  • Meskipun menawarkan kemewahan dan fasilitas Uni Eropa, biaya hidup di pulau ini tergolong tinggi karena ketergantungan pada impor.

LANGGAMPOS.NET - Bayangkan sebuah pagi di mana langkah kaki Anda disambut hangatnya sinar matahari Mediterania dan aroma laut yang segar di setiap sudut kota. 

Siprus bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah rumah bagi mereka yang mendambakan ketenangan dan status sosial kelas dunia di bawah naungan Uni Eropa.

Mengutip laporan dari kanal OS Indonesian, negara kepulauan ini secara konsisten masuk dalam daftar sepuluh besar tempat terbaik untuk menjalani hidup. 

Keunggulan utamanya terletak pada kepemilikan salah satu paspor terkuat di dunia, yang memberikan akses luar biasa bagi warganya untuk menjelajahi berbagai penjuru bumi tanpa hambatan berarti.

Salah satu daya tarik unik dari Siprus adalah filosofi hidup penduduknya yang disebut "Siga-Siga", yang secara harfiah berarti "perlahan-lahan". 

Mereka sangat menghargai waktu untuk bersantai, menghindari stres berlebihan, dan menikmati setiap momen dengan sederhana. Tak heran jika banyak penduduk di sana yang mencapai usia hingga 90 tahun karena pola hidup yang seimbang ini.

Dalam hal kebiasaan harian, masyarakat Siprus masih memegang teguh tradisi siesta atau istirahat siang selama kurang lebih tiga jam. 

Antara pukul satu hingga empat sore, aktivitas perkantoran dan sekolah sejenak berhenti untuk memberikan waktu bagi warga berkumpul dengan keluarga atau sekadar tidur siang guna memulihkan energi.

Namun, di balik keindahan dan ketenangannya, Siprus memiliki tantangan ekonomi tersendiri, terutama terkait biaya properti dan kebutuhan pokok. Karena statusnya sebagai pulau, banyak produk harus didatangkan dari luar negeri melalui jalur udara atau laut, yang secara otomatis memicu kenaikan harga di pasar lokal.

Di sektor pendidikan dan sosial, pengaruh sejarah Inggris masih terasa kental, salah satunya terlihat pada sistem lalu lintas yang menggunakan jalur kiri. 

Selain itu, bahasa Inggris digunakan secara luas dalam urusan bisnis dan sosial, meskipun bahasa Yunani tetap menjadi bahasa resmi yang digunakan oleh mayoritas penduduk di bagian selatan.

Keunikan lain dari pulau ini adalah populasi kucing yang sangat melimpah, mirip dengan suasana di Turki. 

Hewan-hewan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sering dijumpai bersantai di restoran atau pasar tradisional yang menjual produk-produk organik hasil pertanian lokal yang subur.

Bagi mereka yang tertarik untuk berinvestasi, pemerintah memberikan berbagai insentif menarik, seperti keringanan pajak bagi pelaku e-commerce dan bantuan restorasi bangunan bersejarah. Siprus terus bertransformasi menjadi pusat pertemuan antara budaya tradisional yang dipegang kaum tua dengan semangat liberal yang dibawa oleh generasi muda.

Menjelajahi Siprus memberikan pemahaman baru tentang bagaimana sejarah masa lalu dan kenyamanan modern bisa berjalan berdampingan di tengah laut biru yang tenang. Pulau ini tetap menjadi magnet bagi siapa saja yang ingin mencari kualitas hidup premium di wilayah Mediterania.


(*)




Donasi Langgampos
close