- DLH Kabupaten Sumenep mengintensifkan pembersihan di kawasan Taman Bunga (Alun-alun Kota) selama bulan suci Ramadan.
- Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan sampah akibat meningkatnya aktivitas warga saat berbuka puasa dan santai malam.
- Masyarakat diimbau menjaga kesadaran lingkungan karena kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab bersama.
LANGGAMPOS.NET - SUMENEP - Wajah Alun-alun Kota Sumenep atau yang populer disebut Taman Bunga kini mendapat perhatian ekstra dari pemerintah setempat demi menjamin kenyamanan warga selama bulan suci.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep bergerak cepat melakukan aksi bersih-bersih lingkungan secara intensif di pusat keramaian tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi penumpukan sampah yang kerap terjadi pada malam hari sepanjang Ramadan.
Kepala DLH Anwar Syahroni Yusuf, melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep, Hasinudin Firdaus, menyebut program ini merupakan instruksi langsung pimpinan.
Fokus utama pembersihan menyasar area ruang publik yang menjadi titik kumpul masyarakat, terutama saat momen menjelang dan sesudah berbuka puasa.
“Selama Ramadan, intensitas kunjungan masyarakat ke Taman Bunga meningkat. Banyak warga yang berbuka puasa bersama atau sekadar bersantai pada malam hari. Aktivitas ini berpotensi menimbulkan penumpukan sampah jika tidak diantisipasi sejak dini,” ujar Hasinudin, Sabtu (21/02/2026) malam.
Ia menambahkan, aksi bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan keindahan taman, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang memanfaatkan ruang terbuka tersebut.
Dalam praktiknya, DLH mengerahkan sejumlah petugas kebersihan untuk menyisir setiap sudut area taman dan tribun.
Titik-titik yang dianggap rawan menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan menjadi prioritas utama pemantauan para petugas.
Selain melakukan pembersihan rutin, pihak DLH juga menitipkan pesan penting bagi para pengunjung yang datang ke area jantung kota tersebut.
Masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan dengan disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh pengelola.
Menurut Hasinudin, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam mewujudkan lingkungan kota yang sehat dan asri, terlebih di bulan penuh berkah ini.
“Kami berharap masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung secara berkala selama satu bulan penuh sebagai komitmen nyata menjaga kualitas ruang publik bagi warga Sumenep.
(*)


